Sembilan Blok yang Menjelaskan Seluruh Bisnis dalam Satu Layar
Cara membaca untuk yang baru pertama melihat Business Model Canvas: mulai dari tengah
(nilai apa yang dijanjikan), lalu ke kanan (kepada siapa dan lewat apa), lalu ke kiri
(apa yang dibutuhkan untuk menepati janji itu), dan tutup di baris bawah (uangnya masuk
dan keluar lewat mana). Setiap blok punya tautan "penjelasan verbose" untuk narasi presentasi.
Item bertanda ★ adalah pembeda utama terhadap pesaing.
proposisi nilai (jantung kanvas)biayapendapatan
Mitra Utama
Key Partners
Supplier China — sumber part import bermarga kompetitif
Supplier lokal & resmi — pengisi Level 2 supply chain
Vendor darurat — jaring pengaman saat stok kosong
Logistik / ekspedisi antar pulau
Leasing, asuransi, financing (komisi kemitraan)
Bengkel & mekanik mitra (mulai T3)
penjelasan verbose
Narasi presentasi: tidak ada satu pemasok pun yang jadi titik tunggal kegagalan. Tiga lapis pemasok (import, lokal, darurat) dikelola dalam satu database harga — saat satu jalur macet, sistem otomatis menunjuk jalur berikutnya. Mitra keuangan dan logistik bukan biaya, melainkan sumber komisi begitu volume transaksi platform terbentuk.
Aktivitas Kunci
Key Activities
Pengadaan & distribusi sparepart (dua CV)
★Kurasi database part + cross-reference
Pengembangan & operasi platform
Forecasting stok (lead time 2 bulan)
Marketing nasional & CS
penjelasan verbose
Aktivitas paling bernilai bukan menjual — melainkan mencatat: setiap transaksi memperkaya database kecocokan part, harga supplier, dan pola permintaan. Itulah aset yang tidak bisa disalin pesaing dengan uang saja; ia butuh waktu dan volume.
Sumber Daya Utama
Key Resources
Stok fisik & gudang dua CV
★Database part terbesar: katalog, cross-ref, kompatibilitas unit
Platform digital (monorepo satu sistem)
Dua entitas legal (rezim PPN & non-PPN)
Relasi supplier bertahun-tahun
penjelasan verbose
Pesaing digital tidak punya stok dan relasi; pesaing tradisional tidak punya data dan platform. Kombinasi keempatnya dalam satu tangan adalah sumber daya yang paling sulit direplikasi — dan alasan strategi masuk lewat operasional internal dulu (Tahun 1) sebelum membuka marketplace.
Proposisi Nilai
Value Propositions
★"Tidak pernah kehilangan penjualan karena stok kosong" — supply chain 3 level
★Part yang pasti cocok — cross-reference nomor part & kompatibilitas unit
Transparansi harga, stok, dan histori servis
Satu pintu: part + mekanik + rental + financing
Harga kompetitif via jalur import langsung
Riwayat perawatan armada tersimpan rapi (nilai jual kembali unit lebih tinggi)
penjelasan verbose
Untuk orang awam: bayangkan mesin proyek berhenti karena satu seal seharga 200 ribu — kerugiannya puluhan juta per hari. Janji kami sederhana: part yang benar, tersedia, dengan harga jelas, secepat mungkin. Untuk teknisi: janji itu ditopang tiga mekanisme yang bisa diaudit — ledger stok, database cross-reference, dan fallback otomatis ke supplier alternatif.
Hubungan Pelanggan
Customer Relationships
Akun dengan riwayat pembelian & servis per unit
CS nasional (dikelola PT)
Garansi & kejelasan invoice
Subscription dashboard untuk pelanggan korporat
penjelasan verbose
Relasi personal milik CV tidak dibuang — didigitalkan. Riwayat servis per unit menciptakan switching cost yang sehat: makin lama memakai platform, makin berharga datanya bagi pelanggan sendiri.
Saluran
Channels
Penjualan langsung dua CV (berjalan hari ini)
Marketplace web (T2) & mobile apps
Sales korporat (CV PUM)
Kanal darurat: WhatsApp terintegrasi CS
penjelasan verbose
Transisi kanal dibuat bertahap: pelanggan lama tetap bisa memesan lewat kebiasaan lama (telepon/WA) — pesanan itu tetap dicatat di sistem yang sama, sehingga data tidak bocor ke luar platform meski pelanggan belum berpindah kanal.
Segmen Pelanggan
Customer Segments
Perusahaan tambang (kontributor volume utama)
Kontraktor konstruksi & infrastruktur
Perkebunan & food estate
Perusahaan rental alat berat
Workshop / bengkel & mekanik
Pemilik unit perorangan (end user)
penjelasan verbose
Segmen diurut dari nilai transaksi terbesar. Dua segmen terbawah (bengkel, mekanik, end user) justru paling dilayani buruk oleh rantai pasok hari ini — merekalah pengguna awal marketplace yang paling mungkin, sementara segmen korporat masuk lewat relasi sales CV yang sudah ada.
Struktur Biaya
Cost Structure
HPP & modal stok — komponen terbesar; diikat strategi safety stock vs dead stock
Gudang, logistik, operasional dua CV
Pengembangan platform — efisien: tim inti 3 developer, satu monorepo, infrastruktur VPS sederhana
Marketing nasional & customer service (PT)
Biaya kepatuhan: pajak dua rezim, audit, legal
penjelasan verbose
Struktur biaya platform sengaja dijaga tipis (arsitektur monolitik sederhana, tanpa tim besar) supaya titik impas lapisan digital tidak bergantung pada pendanaan eksternal — pendapatan CV yang berjalan menghidupi pembangunan platform.
Arus Pendapatan
Revenue Streams
Hari ini: margin part import (KMT), margin part lokal & proyek korporat (PUM)
Gelombang A (prioritas): fee marketplace sparepart; subscription vendor/bengkel; iklan supplier
Gelombang B (backlog terencana): fee jasa mekanik; maintenance software; fee rental; dashboard premium & data analytics; komisi financing, asuransi, leasing, logistik
penjelasan verbose
Empat belas sumber pendapatan tidak dibuka serentak — tiap tahap roadmap menambah lapisan baru di atas lapisan yang sudah terbukti (lihat grafik komposisi di halaman Analisis Pasar). Prinsipnya: pendapatan platform mengikuti volume transaksi, bukan mendahuluinya.
Keputusan yang sudah dikunci dari kanvas ini: (1) PT tidak mengambil alih penjualan CV — ia memonetisasi lapisan platform;
(2) database part & cross-reference diperlakukan sebagai aset inti, bukan fitur; (3) semua pendapatan platform bersifat menyusul volume —
tidak ada asumsi "bangun dulu, semoga ramai".